INFOMUARAENIM.COM – Anyaman adalah salah satu seni, menganyam suatu proses menjaringkan atau menyilangkan bahan dari tumbuh-tumbuhan, yang dijadikan satu gumpalan yang kuat dan bisa digunakan. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan untuk dianyam seperti lidi, rotan, akan, bilah, pandan, mengkuang dan beberapa tumbuhan lainnya yang tumbuhan tersebut bisa dikeringkan. Untuk proses membuat anyaman cara dalam prosesnya seperti menyilang bahan-bahan dari tumbuhan yang sudah dikeringkan yang akan dijadikan anyaman.
Biasanya pengolahan seni anyaman ini dilakukan dengan alat yang masih sederhana seperti pisau pemotong, pisau penipis, tang dan catut bersungut bundar, yang membutuhkan kreativitas tinggi, ide, perasaan pemikiran dan kerajinan tangan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Serasan Angkatan ke II Tahun 2024 kelompok VIII ini dilakukan dengan 2 (dua) Tahap selama dua hari dari tanggal 09 s.d 10 Maret 2024 pada pukul 13.00 s.d Selesai.
Gambar 1. Dokumen Pribadi, Hasil Pembuatan Anyaman Ambung Rotan Milik Bapak Ruspan di Desa Ujan Mas Lama tanggal 10 Maret 2024 (Sumber: Dokumen Pribadi, Selvi Permata sari, 2024).
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Mahasiswa diberikan pelajaran, pengenalan dan pembuatan secara langsung dari pemilik Anyaman Ambung Rotan kepada Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Prodi Teknik, Hukum dan Manajemen. Metode yang dilakukan dalam kunjungan ini adalah kegiatan Produksi, Pengenalan dan Proses Pembuatan Ayaman Ambung Rotan .Capaian yang diharapkan yaitu teori dan Praktik secara langsung terhadap sasaran.membuat kerajinan anyaman ambung rotan tersebut.
Ambung adalah keranjang yang di dalamnya berisi perbekalan untuk dibawa kesawah atau ladang dan bepergian. Seperti peralatan, minuman, makanan, atau juga bisa digunakan sebagai keranjang untuk membawa hasil pertanian seperti sayur mayur, cabe, dan lainnya. Biasanya sayur mayur oleh petani hanya dibungkus dedaunan, baru dimasukan kedalam Ambung. Ambung artinya adalah keranjang panjang dari anyaman rotan yang disandang di punggung.
Kesamaan arti Ambung ini tadi tentu dapat dimaklumi karena Ambung memang lebih dikenal pada kehidupan sehari-hari masyarakat rumpun Melayu hampir diseluruh dunia. Walaupun demikian, masing-masing daerah tentu memiliki ciri khas Ambung, baik dalam bentuk hingga kegunaan dan cara pembuatan dengan bahan bakunya adalah rotan.
Proses Kegiatan
Ada dua jenis rotan yang gunakan untuk menganyam yang pertama itu rotan Slimit yang jenis rotan ini masih memiliki kulit dan pengolahannya harus dijemur selama 4 hari untuk melunakan rotan Slimit ini dan juga bila jenis rotan ini di anyaman tidak akan renggang. Jenis rotan yang kedua yaitu rotan Petrik yang mana jenis rotan ini sudah diolah atau sudah dibelah kecilkecil dan diraut sehingga kulit dari rotan ini sudah tidak ada lagi dan dari pengolahan tersebut rotan Petrik ini menjadi ukuran yang kecil.
Proses Pengolahan Bahan Baku Rotan
Salah satu proses pengolahan yang menarik dicermati adalah pengolahan rotan, Berikut ini proses pengolahan bahan baku rotan:
1. Pengambilan Bahan Baku
Pengambilan bahan baku rotan diambil dari kawasan hutan baik subtropis maupun tropis. Pengambilan ini dilakukan dengan cara memotong bagian yang bisa dimanfaatkan.
2. Sortir
Setelah dikumpulkan tahap berikutnya yaitu penyortiran terhadap rotan yang bisa digunakan maupun tidak. Hal tersebut disortir dengan memilih warna, tekstur, komposisi dan lainnya.
3. Penggorengan
Setelah penyortiran dan dipotong, berikutnya rotan diletakkan di suatu wadah yang di dalamnya berisi minyak kelapa yang dicampur solar dan minyak tanah. Hal ini dilakukan untuk melarutkan getah dan mengurangi kadar air pada rotan.
4. Penggosokan dan Pencucian
Setelah penggorengan, rotan digosok dengan sabut kelapa yang telah dicampur dengan serbuk gergajian. Hal ini dilakukan untuk membersihkan rotan dari sisa kotoran terutama getah.
5. Pengeringan
Pengeringan ini dilakukan untuk mengurangi kadar air yang diletakkan dibawah sinar matahari.
6. Pengupasan dan Pemolesan
Pengupasan dilakukan untuk memisahkan rotan yang akan digunakan sebagai bentuk menghilangkan kulit luar rotan. Pemolesan dilakukan untuk memberikan zat tertentu pada badang rotan agar lebih mengkilat dan seragam.
7. Pengasapan
Pengasapan dilakukan agar warna rotan menjadi rata dan dapat mengilap.
8. Pengawetan
Pengawetan dilakukan dalam memberikan zat kimia pada batang rotan agar dapat bertahan lama dan meminimalisir kerusakan pada rotan.
Gambar1. 2 Dokumen Pribadi, Proses Pembuatan Anyaman Ambung Rotan Milik BapakRuspan Desa Ujan Mas Lama (Sumber: Dokumen Pribadi, Selvi Permata sari 2024).
Beberapa Faktor penyebab turunya produksi anyaman ambung rotan antara lain :
Jarak tempuh dari rumah pak Ruspan yang jauh untuk mendapatkan bahan baku Rotan ± 7 Km atau jarak jempuh perjalanan 1 Jam menggunakan kendaraaan sepeda motor untuk mencari pohon rotan di tepi sungai, hutan /kebun. Akses Jalan yang susah dilalui dengan sepeda motor kondisi jalan yang terjal apalagi jika cuaca hujan maka jalan nya akan licin sangat sulit di lewati.
Bahan baku yang semakin lama semakin habis dan sangat susa ditemukan, atau meminta dan membeli rotan yang ada di kebun orang lain bukan di hutan.
Harga jual Anyaman Ambung Rotan yang rendah dan daya saing di pasaran yang tinggi.
Pemasaran di luar desa Ujan Mas lama dan perlu biaya Trasnportasi lagi sehingga keuntungan yang didapatkan kecil.
Kurangnya dukungan dari Pemerintah setempat seperti Pelatihan
Modal salah satu penghambat dalam produksi Anyaman Rotan
Proses Penjualan Ayaman Ambung rotan sebagai berikut :
Menunggu Pesanan, Jika sudah ada yang pesan, maka pak ruspan akan membuatnya
Pesanan Ambung tersebut kebanyakan dari luar desa ujan mas lama seperti daerah kecamatan semenda
Penjualan Menggunakan Kendaraan Sepeda Motor.
Berdasarkan pengamatan kami selama satu bulan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Desa Ujan Mas Lama, di harapkan masyarakat Desa Ujan Mas Lama Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Muara Enim harus lebih berperan penting membudidayakan tumbuhan rotan agar ketersediaan dan kelestarian tetap terjaga, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, karena rotan memiliki peran yang sangat penting menunjang pekerjaan sehari-hari. Kerajinan Ambung yang ada di Desa Ujan Mas Lama diharapkan supaya mengenalkan produk tersebut ke luar desa Ujan Mas Lama, supaya masyarakat luar bisa mengenal kerajinan tersebut dan harapannya setelah dikenalkan produk kerajinan tersebut memiliki nilai jual dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Ujan Mas Lama dan Upaya Pemerintah Setempat bias memberikan Fasilitas yang bermanfaat seperti Pelatihan dari Dinas Setempat.







