INFOMUARAENIM.COM — Dalam semangat membumikan nilai-nilai Islam yang mencerahkan dan berkemajuan, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) bersama Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Muara Enim resmi menggelar prosesi pengukuhan kepemimpinan baru periode 2025–2029, bertempat di Balai Agung Serasan Sekundang, Jumat (24/10/2025).
Dengan mengusung tema “Pemuda Negarawan, Menuju Muara Enim Menbara,” kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PDPM Muara Enim untuk meneguhkan peran strategisnya sebagai kader gerakan yang berpikir kebangsaan, bertindak keumatan, dan bergerak untuk perubahan sosial yang berkemajuan.
Turut hadir dalam acara tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Muara Enim, Drs. Andy Wijaya, M.M mewakili Bupati Muara Enim, anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Fraksi PAN Yones Tober Simamora, S.T., S.H. dan Afpri Yany, S.E., perwakilan Kesbangpol, Kejaksaan Negeri Muara Enim, Ketua PCM Muara Enim, PWPM Sumatera Selatan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan lainnya.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Drs. Andy Wijaya, M.M., Bupati Muara Enim menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat tugas kedinasan. Meski demikian, beliau menyampaikan apresiasi dan selamat atas terselenggaranya pengukuhan ini, serta berharap agar PDPM dan Nasyiatul Aisyiyah terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Selatan, Fajar Febriansyah, S.T., M.I.Kom., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga idealisme kader dalam bingkai Al-Qur’an dan Sunnah, agar gerakan Pemuda Muhammadiyah senantiasa berorientasi pada nilai-nilai keislaman yang mencerahkan.
Adapun Ketua PDPM Muara Enim terpilih, Endang Saputra, S.Pd, menegaskan bahwa semangat Negarawan Muda akan menjadi landasan gerakan PDPM ke depan.
“Kami mohon bimbingan dan arahan agar dapat menjalankan amanah ini sebaik-baiknya. Mari kita jaga kolaborasi dan komitmen untuk mewujudkan visi Pemuda Negarawan dalam setiap langkah dakwah dan pengabdian kita,” ujarnya.
Endang menambahkan“Menjadi pemuda bukan sekadar soal semangat dan usia muda, tetapi tentang visi, prinsip, dan keikhlasan dalam melayani. Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, prosesi pengukuhan ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi PDPM dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Muara Enim untuk terus berkiprah dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, menuju Muara Enim Menbara — maju, berdaya, dan berkemajuan.(Tabur)







