INFOMUARAENIM.COM – Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah kegiatan dari bagian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Serasan Muara Enim di Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim menemukan suatu kerajinan anyaman dari Rotan. Berdasarkan hasil penemuan tersebut, mahasiswa mendiskusikan dan menyepakati untuk melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap masyarakat yang mempunyai kreativitas tinggi membuat sebuah kerajinan yang bermanfaat. Dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan kerajinan anyaman rotan.
Desa Ujan Mas Lama mempunyai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yaitu kerajinan anyaman. Kerajinan anyaman yang ada di Desa Ujan Mas Lama suatu kreativitas yang dimiliki oleh salah satu warga. Kerajinan anyaman ini berbahan dasar dari Rotan yang di ubah menjadi sebuah karya tangan dengan nilai estetika yang ternilai harganya di tangan orang-orang yang terampil dan kreatif. Kerajinan tangan anyaman rotan ini adalah hasil olahan dari rotan yang sudah dibelah menjadi beberapa bagian lalu dikeringkan kemudian di olah menjadi benda yang memiliki nilai jual. Kerajinan tangan anyaman rotan ini merupakan kegiatan usaha milik Bapak Ruspan di Desa Ujan Mas Lama.
Kerajinan anyaman di Desa Ujan Mas Lama, Kec, Ujan Mas, Kab, Muara Enim sudah berdiri selama puluhan tahun. Awalnya usaha kerajinan anyaman ini dirintis oleh orang tua dari Bapak Ruspan dan sekarang dilanjutkan oleh bapak Ruspan bersama istrinya sebagai kerja sampingan.
Gambar 1. Dokumentasi Pribadi, Hasil Pembuatan Anyaman Rotan Milik Bapak Ruspan Di Desa Ujan Mas Lama Tanggal 10 Maret 2024 (Sumber: Dokumentasi Pribadi, Fatria Pananggilan).
Dengan banyaknya kebutuhan dan permintaan masyarakat setempat, kerajinan anyaman ini pun mulai dikembangkan oleh Bapak Ruspan, dari yang berukuran kecil sampai yang berukuran besar disesuaikan dengan fungsinya dan permintaan pembeli. Pembuatan kerajinan anyaman ini membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam untuk satu ambung atau keranjang ukuran besar. Harganya pun bervariasi di lihat dari kerapian, besar dan kecilnya ambung atau keranjang.
Teknik mengayam dikenal hampir di seluruh daerah di Indonesia, benda anyaman digunakan sebagai peralatan hidup sehari-hari pada masyarakat pedesaan.
Dengan variasi bentuk dan nama anyaman yang berbeda pada setiap daerahnya. Walaupun teknik dasarnya sama akan tetapi tiap-tiap pengrajin dalam hal kehalusan, kekasaran dan tebal tipisnya anyaman, pewarnaan dan motif-motif yang digunakan. Selain berbagai peralatan rumah tangga, peralatan peternakan dan pertanian, benda-benda atau barang-barang anyaman juga dapat digunakan sebagai hiasan dinding rumah dan sebagainya. Disadari ataupun tidak, ternyata dari sekian banyak para seniman di Indonesia, hanya sedikit orang yang tahu tentang cara membuat anyaman tersebut. Oleh karenanya, pewarisan kompetensi kultural yang dimiliki oleh para perajin anyaman, mesti dilakukan dengan baik dan benar kepada generasi muda yang ada di masyarakat.
Hasil kerajinan anyaman ini jika dipamerkan di event-event besar, misalnya event lokal, nasional dan internasional, dapat memiliki nilai jual yang sangat tinggi, karena mempunyai ciri khas tersendiri pada setiap fungsinya dengan mempertahankan bentuk asli dari anyaman rotan tersebut, serta proses pembuatannya yang masih manual atau tradisional dan rumit.







