• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman
Selasa, 21 April 2026
Info Muara Enim
No Result
View All Result
  • Berita
  • Hiburan
  • Kesejahteraan
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Agamis
  • Berita
  • Hiburan
  • Kesejahteraan
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Agamis
No Result
View All Result
Info Muara Enim
No Result
View All Result
Beranda Kesehatan

Pemprov Sumsel Dukung Penuh Pemberian Vaksin Corona

Selasa, 5 Januari 2021
di Kesehatan
Reading Time:2min read
0
0
BAGIKAN
15
VIEWS

PALEMBANG — Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Selatan) Ir. H. Mawardi Yahya hadir secara virtual dalam rapat koordinasi (rakor) dalam rangka persiapan pelaksanaan vaksinisasi dengan penegakan protokol kesehatan, di Command Center kantor gubernur, Selasa (5/1) pagi.

 

BACA JUGA

GLOW dan PT BSP Sukses Laksanakan Vaksinasi Dosis Pertama

BSP Gelar Vaksinasi Covid Untuk Warga Sekitar Perusahaan 

Usai menghadiri rakor ini Wagub Mawardi Yahya menyebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat mendukung  kebijakan pemerintah pusat yang akan melakukan pemberian vaksin Covid-19  secara nasional tersebut. Untuk itu Pemprov Sumsel, lanjut Mawardi akan melakukan langkah-langkah termasuk  sosialisasi secara masif ada masyarakat.

 

“Tentu upaya yang dilakukan pemerintah pusat ini akan kita dukung. Kita akan berikan informasi yang benar pada masyarakat Sumsel. Utamanya menjelang dan  saat akan  dilakukan vaksinasi jangan sampai terjadi kerumunan massa,” ucapnya singkat.

 

Sementara itu dalam rakor  virtual yang dipimpin secara langsung langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian yang  juga dihadiri Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Doni Donardo.

 

Mendagri Tito Karnavian  meminta para kepala daerah untuk aktif dalam  memberikan sosialisasi pada masyarakat terkait dengan akan diadakannya vaksinisasi Covid-19 secara nasional. Sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi kerumusan massa atau hal-hal lainnya yang dapat memicu keributan.

 

“Saya minta  kepala daerah untuk mensosialisasikannya pada masyarakat. Sehingga pada saat dilakukannya vaksinisasi tidak terjadi kerusuhan atau  berebut vaksin. Pelaksanaanya pemberian vaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

 

Sementara Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan ketersedian vaksin untuk Indonesia sebanyak 426.800.000, untuk vaksin sendiri ada beberapa macam seperti sinovac, novavax, covax/gavi, astrazeneca, plizer.

 

Dipaparkannya dalam pelaksanaan vaksinisasi untuk tahap pertama dilakukan terlebih dahulu bagi para tenaga kesehatan yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia, kemudian petugas layanan publik, masyarakat rentan dan masyarakat lainnya.

 

“Bagi tenaga kesehatan, kami mohon  datanya benar-benar valid. Kita juga sudah menyiapkan 30.346 ribu Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah dilatih untuk melakukan vaksinisasi,” ungkapnya.

 

Dia juga menyebut, renacana penyuntikan vaksin perdana pada tanggal 13 Januari 2021 secara serentak di 34 Provinsi yang terbagi dalam tiga kelompok. Masing-masing  kelompok pertama adalah para  pejabat publik dan daerah seperti Presiden, Menteri, Gubernur, Panglima, Jendral, Kepala Dinkes, Sekda, Pangdam, dan Direktur Utama RSUD rujukan covid-19.

 

Kemudian kelompok kedua pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan dan “Key Leader” Kesehatan Daerah. Serta kelompok ketiga yaitu para tokoh agama di daerah diantaranya Perwakilan Nahdatul Ulama (NU dan  Muhammadiyah. Perwakilan Organisasi Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.

 

Dilain pihak Kepala BNPB RI, Doni Donardo mengajak semua masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan pencegahan penyebaran covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan meski vaksin sudah ada.

 

“Meski vaksin sudah ada kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, tetap disiplin 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ungkapnya.

 

Dia juga meminta kepala daerah di seluruh Indonesia untuk pengaktifan kembali posko terpadu penanganan Covid-19 baik di tingkat kelurahan ataupun pedesaan.

 

“Pengaktifan posko-posko penanganan covid-19 secara terstruktur dengan melibatkan segenap pemangku kepentingan baik unsur pemerintah maupun masyarakat sampai tingkat RT/RW dengan pembinaan secara berkesinambungan termasuk penyediaan alokasi pendanaan dari daerah guna menjamin penegakan disiplin protokol kesehatan,” terangnya.(*****)

Tags: #covid 19Satgas Covid 19

Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Heboh, Warga Talang Taling Gelumbang Temukan Mayat Dalam Kondisi Terbakar

    Heboh, Warga Talang Taling Gelumbang Temukan Mayat Dalam Kondisi Terbakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontribusi P.T MPC Lebih Besar di Desa Gunung Raja Ketimbang Kasus Kecelakaan Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gawat, Bapak Kandung Diduga Bakar Anak Kandung Pakai Bensin di Desa Prabumenang Lubai Ulu Muara Enim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waduh, Diduga Kakek Cabuli Cucunya di Desa Penandingan Sungai Rotan Muara Enim Pelaku Diduga Tewas di Rawa Guguk Simpor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan PPPK Muara Enim Siap Aksi Turun Terkait TPP Dipangkas 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Info Muara Enim

Portal Infromatif Muara Enim

Follow us

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman

© 2021 Info Muara Enim

No Result
View All Result
  • Berita
  • Hiburan
  • Kesejahteraan
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Agamis

© 2021 Info Muara Enim