INFOMUARAENIM.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sumatera Selatan mengumumkan, bahwa wilayah Gelumbang Raya di Kabupaten Muara Enim mengalami cuaca panas pada 15 Agustus 2026, karena berada di periode puncak musim kemarau.
Dr Wandayantolis,S,Si, M.Si, selaku Kepala
Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan yang juga sebagai koordinator wilayah BMKG Sumsel pada 15 Agustus 2026, mengimbau warga mewaspadai kualitas udara yang sekarang tengah terjadi musim kemarau, dan bulan Agustus ini sebagai puncak kemarau dengan sifat bawah normal dan tingkat Kekeringan kategori agak kering..
Dikatakannya, bahwa kondisi dan implikasi puncak kemarau suhu dan cuaca umumnya cerah hingga cerah berawan dengan suhu harian yang cukup terik pada siang hari.
Adapun Peringatan Dini : Potensi peningkatan suhu panas dan resiko Kekeringan lahan pertanian, dan melalui Mitigasi Karhutla pihak Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan bersama instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau kering ini,” tukasnya.
Sementara itu Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa Agustus 2026 merupakan puncak musim kemarau di Sumatera Selatan. Kondisi kering ini memicu peningkatan debu dan kabut asap akibat karhutla, membuat kualitas udara di beberapa wilayah sempat memburuk hingga kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat, serta memicu lonjakan kasus ISPA. “Kondisi cuaca dan kualitas udara di puncak kemarau Agustus hingga September terdapat penurunan udara, cuaca kering membuat debu jalanan mudah terangkat dan naiknya titik panas (hotspot) memicu kabut asap tipis,” terangnya.
Dirinya menambahkan, bahwa resiko penyakit peningkatan polutan debu dan asap beresiko tinggi memicu infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),iritasi mata, dan memperburuk penyakit asma.
“Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan pada malam hari, memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, dan menggunakan masker saat berpergian keluar rumah ,” imbaunya.(jj.red).







