INFOMUARAENIN.COM – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melakukan patroli dan pemantauan udara untuk melihat perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Pemantauan dilakukan menggunakan helikopter Polairud Polda Sumsel.
Kegiatan tersebut melibatkan Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., serta jurnalis televisi. Pemantauan dari udara dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi sejumlah kawasan yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
Dari hasil pemantauan udara, tim melihat sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap putih. Temuan tersebut menjadi perhatian untuk dilakukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut oleh personel di lapangan.
Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa Polda Sumsel saat ini mengerahkan sekitar 500 personel yang ditempatkan pada 12 titik pantau untuk mengantisipasi sekaligus menangani karhutla.
“Untuk personel saat ini kurang lebih 500 personel yang kita tempatkan di 12 titik pantau. Nanti seiring dengan meningkatnya kondisi kekeringan, personel akan kita tambah sampai kurang lebih 1.000 personel,” ujar Anis.
Personel tersebut akan diperkuat dan disebar ke sejumlah wilayah yang menjadi fokus penanganan karhutla, meliputi Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim khususnya Kecamatan Gelumbang, OKU, OKU Timur, serta sebagian wilayah Kota Prabumulih dan Kota Palembang.
Menurut Karo Ops, salah satu kendala yang dihadapi dalam penanganan karhutla adalah akses menuju titik api. Sejumlah lokasi berada di bagian tengah kawasan hutan sehingga sulit dijangkau personel melalui jalur darat.
“Kendala saat ini personel kesulitan mencapai titik api karena titik api berada di tengah-tengah hutan,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pemantauan melalui udara. Dengan patroli udara, petugas dapat melihat kondisi kawasan secara lebih luas, mengidentifikasi lokasi yang masih mengeluarkan asap, sekaligus menjadi dasar bagi tim di lapangan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Patroli dan pemantauan udara ini merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel memperkuat sistem pemantauan dan respons terhadap perkembangan karhutla. Langkah tersebut dilakukan secara terpadu dengan pengerahan personel pada titik-titik pantau serta pemantauan kondisi kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Polda Sumatera Selatan memastikan kesiapsiagaan penanganan karhutla terus diperkuat seiring kondisi kekeringan. Pemantauan secara berkala dan penempatan personel di wilayah prioritas diharapkan dapat mempercepat respons terhadap titik api serta mencegah meluasnya dampak karhutla di wilayah Sumatera Selatan.(jj.red)







