INFOMUARAENIM.COM – Jalan raya nasional yang belubang memiliki dampak serius, mulai dari keselamatan jiwa hingga gangguan ekonomi maupun gangguan kemacetan arus lalulintas.
Hal tersebut terpantau masih terlihat jalan berlubang dikawasan jalan nasional rute Palembang -Prabumulih yang tepatnya dijalan raya Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumsel. Lubang jalan raya nasional dengan kedalaman serta lebar beberapa centi meter tersebut, konon kabarnya kerap memakan korban bagi para pengendara terutama roda dua.
Menurut informasi warga, bahwa keberadaan jalan berlubang ini kembali alami amblas tanah dan aspal, padahal baru beberapa waktu dilakukan perbaikan melalui tambal sulam.
“Kalau nggak salah, jalan ini baru diperbaiki, tapi kini rusak lagi dan berlubang, kalau tidak waspada bakal bahaya terjebak lubang itu,”ujar RBT warga Gelumbang tersebut, Jum’at (08/05).
Sementara terpantau media ini, lubang jalan tidak hanya satu titik yang membuat bahaya jika tidak waspada, namun, dibeberapa titik juga masih terdapat lubang-lubang jalan dikawasan tersebut masih terdapat empat lubang jalan raya lagi, dan juga lubang-lubang jalan raya lainya yang khususnya untuk rute Palembang -Prabumulih.
Menyoroti fenomena jalan berlobang tersebut, tokoh masyarakat Gelumbang Raya Japri,S,Sos, mengungkapkan bahwa dampak terhadap keselamatan (fatal), resiko kecelakaan tinggi, jalan berlubang adalah faktor utama penyebab kecelakaan lalulintas,terutama bagi pengendara sepeda motor yang rentan terjatuh atau kehilangan kendali.
“Kecelakaan akibat lubang sering menyebabkan luka parah hingga kematian, contohnya sering kita saksikan pada tahun 2026 ini,” ungkap Japri.(08/05).
Dikatakannya, bahwa terkait lubang jalan pengendara sering kali melakukan pengereman mendadak atau manuver tajam untuk menghindari lubang, yang justru memicu dengan kendaraan lain,dan dampak terhadap kendaraan kerusakan komponen, lubang menyebabkan ban pecah, velg penyok, hingga kerusakan suspensi (shockbreaker) dan knalpot.
Terkait kerusakan kendaraan, pastinya biaya perawatan meningkat karena kendaraan yang sering melewati jalan berlubang membutuhkan perbaikan lebih sering, meningkatkan biaya operasional pemilik kendaraan roda dua dan empat.
Belum lagi dampak kemacetan lalulintas, pengendara cenderung melambat atau antre untuk menghindari lubang, menyebabkan perlambatan arus lalulintas dan kemacetan.
“Jalan Nasional yang berlubang seharusnya menjadi tanggung jawab penyelenggara jalan (pemerintah), untuk memperbaiki secara serius, mengingat jalan tersebut menunjang mobilitas nasional ,” desak Japri, S,Sos, pada media ini (08/05/2026).
Ia menambahkan, bahwa kondisi jalan berlubang, terutama di arteri primer dan sekunder, merupakan masalah serius yang memerlukan penanganan cepat untuk menghindari korban leboh lanjut ,”tambah mantan anggota DPRD Dapil 3 Muara Enim tersebut.(jj. red).







