INFOMUARAENIM.COM – Kepala desa seharusnya menjadi teladan dalam sikap, etika, dan komunikasi, baik kepada masyarakat maupun insan pers. Sebagai pejabat publik, keterbukaan dan kemitraan dengan media menjadi kunci mendukung transparansi serta akuntabilitas pemerintahan.
Namun, hal berbeda terjadi di Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim. Seorang oknum kepala desa, yakni Kades Pulau Panggung berinisial MBP, diduga bersikap arogan terhadap seorang wartawan yang tengah meliput kegiatan peringatan HUT RI ke-80 pada Rabu (13/08/2025).
Kejadian bermula ketika wartawan dipanggil oleh beberapa kepala desa ke sebuah kedai kopi di kawasan Pulau Panggung. Sesampainya di lokasi, niat baik wartawan untuk menjalin komunikasi justru disambut dengan ucapan yang dinilai tidak pantas. Menurut saksi mata, di tempat tersebut juga terdapat beberapa anggota kepolisian.
Diduga, sang kades melontarkan pernyataan bernada tinggi dan menantang, mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap pemberitaan yang memuat isu terkait kepala desa.
“Akibat ulah wartawan, kami seluruh kepala desa di Semendo Darat Laut sampai dipanggil? Saya tidak suka dengan wartawan yang selalu mencari-cari kesalahan kepala desa,” ujar MBP, sebagaimana disampaikan sumber di lokasi.
Situasi tersebut memicu keprihatinan di kalangan keluarga para kepala desa. Beberapa di antaranya mengaku merasa tertekan secara psikologis akibat polemik yang terjadi.
“Hal ini turut memengaruhi kondisi psikologis keluarga, terutama istri dan anak-anak kami,” ungkap salah satu pihak yang enggan disebutkan namanya.
Atas kejadian ini, wartawan berharap Bupati Muara Enim selaku pimpinan daerah memberikan perhatian serius, termasuk melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur pemerintah desa yang dinilai tidak mencerminkan sikap profesional.(Red)







