INFOMUARAENIM.COM – Operasi gabungan terhadap tempat hiburan malam Cafe Queen 99 di Sungai Tebu (STB) menjadi perhatian publik dan viral di media sosial, terutama di platform TikTok. Operasi yang dilaksanakan pada malam hari tersebut melibatkan personel gabungan dari Kabupaten Lahat dan Muara Enim. Kabag Ops Polres Lahat memimpin langsung operasi ini dengan melibatkan unsur POM, Satpol PP, Kodim, dan BNNK.
Kapolsek Merapi Barat, AKP Irsan, melalui Kabag Humas Polsek Merapi Barat, Lispono, menjelaskan bahwa pihaknya hanya berperan sebagai pengawas dalam kegiatan tersebut.
“Bukan kewenangan kami. Kami hanya mengawasi jalannya operasi,” ujar Lispono melalui pesan WhatsApp.
Razia ini diduga bertujuan untuk memantau pelanggaran aturan atau aktivitas yang berpotensi meresahkan masyarakat. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait hasil razia tersebut.
Kepala Desa Muara Lawai, Wanseri Edi, mengungkapkan bahwa tidak ada pemberitahuan resmi kepada pihak desa mengenai razia ini.
“Razia di Cafe Queen semalam tidak ada konfirmasi dengan kami,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Sementara itu, seorang aktivis Muara Enim, Bung Awi, menyebutkan bahwa razia ini dipicu oleh viralnya video tempat hiburan tersebut di TikTok.
“Razia itu karena viralnya di TikTok, ada house musik DJ dari jam 10 malam sampai jam 5 subuh,” jelas Bung Awi.
Viralnya razia ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Warganet memberikan komentar yang beragam, mulai dari dukungan terhadap tindakan tegas aparat hingga kritik mengenai perlakuan terhadap pengunjung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi tambahan terkait tindak lanjut dari operasi gabungan di Cafe Queen 99. Publik berharap pihak berwenang segera memberikan penjelasan resmi untuk menjawab spekulasi yang berkembang di masyarakat.
(Tabur)







